Home Blog Page 51

Menggunakan Youtap, transaksi non tunai servis drive thru McDonald’s naik signifikan

0

Reporter: Annisa Fadila | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Perusahaan teknologi yang memiliki pokok layanan membantu pelaku usaha berkomitmen untuk mendorong adopsi transaksi digital seiring himbauan Bank Indonesia buat menggunakan transaksi non tunai bertugas mencegah penularan Covid-19.

Youtap Indonesia telah mengembangkan solusi digital untuk McDonald’s yang sudah terintegrasi dengan beberapa penerbit kekayaan elektronik seperti LinkAja, ShopeePay serta aplikasi reward cashback.

Baca Juga: Tamasia gandeng Pos Indonesia permudah menyimpan emas mulai dari Rp 10. 000

Solusi dengan scanner khusus tersebut sudah terintegrasi untuk transaksi di bendaharawan counter, Self Ordering Kiosk (SOK) serta layanan Drive Thru.

Oleh sebab itu, jalan transaksi ini aman digunakan saat pandemik Covid-19, dimana transaksi non tunai berperan untuk mengurangi interaksi dengan pihak lain.

Direktur IT dan Keuangan McDonald’s Yanti Lawidjaja mengatakan, solusi digital non tunai dari Youtap sering mendukung insiatif non tunai serta memberikan keleluasaan kepada pelanggan pada melakukan pembayaran.

“Dengan transaksi yang cepat dan tenang melalui solusi Youtap ini, McDonald’s juga melihat kenaikan yang istimewa untuk penggunaan non tunai di dalam transaksi drive thru di periode pandemi. ” Kata Yanti dalam keterangan tertulis Rabu, (15/4).

Sementara itu, CEO Youtap Indonesia Herman Suharto menambahkan, sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Skala Gembung (PSSB) di beberapa kota Youtap turut memberi dukungan, termasuk penambahan pembayaran lain di McDonald’s dalam waktu dekat. Ia menyebutkan, hal tersebut merupakan komitmennya dalam melayani konsumen.

Mengucapkan Juga: Youtap menangkap untung dari ragam layanan bisnis

Perlu diketahui, sebelumnya Youtap mencatat adanya kemajuan transaksi non tunai pada merchant-merchant lain di seluruh Indonesia. Herman menyebutkan, kenaikan transaksi mencapai 129%. Hal itu dikarenakan adanya perubahan kebiasaan konsumen yang memilih buat melakukan pembayaran non tunai pada tengah pandemi Corona.

“Wabah corona memberikan dampak di entitas bisnis. Saat ini Youtap tengah melakukan edukasi kepada merchant untuk program bersih, sehat, tenang menjaga kebersihan, social distancing dan bertransaksi menggunakan non tunai, ” Imbuhnya.

WHO: 90% kasus virus corona datang dari Eropa dan Amerika Serikat

0

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S. S. Kurniawan

KONTAN. CO. ID – JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, jumlah kasus baru virus corona menurun di beberapa negara Eropa, termasuk Italia dan Spanyol. Tapi, wabah masih terus meningkat di Inggris dan Turki.

“Wabah worldwide secara keseluruhan, 90% kasus datang dari Eropa dan Amerika Serikat. Jadi, kita tentu belum melihat puncaknya, ” kata juru bicara WHO Margaret Harris dalam konferensi pers di Jenewa, Selasa (14/4).

“Di China, ancaman terbesar adalah kasus impor, ” ujarnya merujuk pada data terbaru. “Kita seharusnya tidak benar-benar mengharapkan vaksin baru tersedia 12 bulan lagi atau lebih, ” imbuh dia seperti dikutip Reuters .

Baca Juga: China uji coba dua vaksin virus corona pada manusia

China akan melakukan uji coba dua vaksin eksperimental pada manusia. Melansir media pemerintah China, Reuters melaporkan, vaksin eksperimental itu dikembangkan Sinovac Biotech dan Institut Produk Biologi Wuhan.

Pada Maret lalu, China memberi lampu hijau untuk uji klinis lain buat calon vaksin virus corona yang Akademi Ilmu Kedokteran Militer China kembangkan dengan dukungan militer dan perusahaan bioteknologi CanSino Bio.

Lampu hijau tersebut menyala tak lama setelah Modena, produsen obat asal Amerika Serikat (AS), mengatakan, telah memulai tes pada manusia untuk vaksin mereka bersama Institut Kesehatan Nasional AS.

Catat, Petrosea (PTRO) bakal bagikan dividen US$ 7 juta

0

Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . PT Petrosea Tbk (PTRO) dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menyetujui rencana pembagian dividen senilai US$ 7 juta.

Presiden Direktur PTRO Hanifa Indradjaya mengungkapkan nilai dividen itu setara US$ 0, 00694 bohlam lembar saham. “Jumlah total tersebut setara dengan 22, 45% dari laba yang diatribusikan kepada entitas induk yang tercatat US$ 31, 17 juta (Tahun 2019), ” tutur Hanifa kepada Kontan. co. id, Senin (13/4).

Baca Juga: Jurus Indika Energy (INDY) Menangkal Efek Virus Corona (Covid-19)

Hanifa meneruskan, daftar hak penerima dividen hendak disampaikan pada 23 April 2020 dan pelaksanaan pembagian dividen dikerjakan pada 15 Mei 2020 kelak.

Sayangnya, manajemen PTRO masih belum mau merinci sekitar target dan alokasi belanja modal untuk tahun ini.

Dalam catatan Kontan. co. id, raihan laba PTRO pada 2019 lalu tumbuh 35, 8% dipadankan capaian tahun sebelumnya. Pada tahun 2018, PTRO membukukan laba dengan dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 22, 96 juta. Adapun, total pendapatan PTRO di tahun lalu tercatat sejumlah US$ 476, 44 juta ataupun tumbuh 2, 3% dari capaian tahun lalu yang sebesar US$ 465, 74 juta.

“Di tengah volatilitas harga batubara thermal dan kondisi ekonomi global yang kurang kondusif, PTRO berhasil mengagendakan kinerja keuangan dan operasional dengan menggembirakan, ” ungkap Presiden Penasihat PTRO Hanifa Indradjaya dalam petunjuk tertulis yang diterima Kontan. co. id, Jum’at (20/3).

Baca Juga: Melirik rencana bisnis Indika Energy (INDY) di tengah pandemi virus corona

Pabrik kabel tetap beroperasi sesuai aturan di kala pandemi covid-19

0

Reporter: Agung Hidayat | Editor: Yudho Winarto

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bakal mempengaruhi aktivitas pabrikan manufaktur di sekitar ibukota. Salah satunya industri kabel yang cukup tersebar di Jabodetabek.

Namun demikian, Noval Jamalullail, Ketua Umum Asosiasi Pabrik Kabel Indonesia (Apkabel) mengaku masa ini para pelaku industri tersebut masih tetap beroperasi.

“Tentunya dengan mengikuti beberapa aturan yang telah ditetapkan menjadi hukum, ” ujarnya kepada Kontan. co. id, Minggu (12/4).

Semua itu harus didahului dengan mendapatkan Surat Izin yang mampu diajukan sesuai Surat Edaran Menteri Perindustrian No. 7 tanggal 9 April 2020. Mengenai kondisi rekan kabel saat ini, Noval mengucapkan adanya wabah turut mempengaruhi supply dan demand .

Baca Pula: PLN kerahkan dua. 371 personel untuk jaga sediaan listrik selama PSBB di Jakarta

Meski serupa itu ia belum dapat merinci efeknya terhadap produktivitas pabrikan kabel. Yang jelas beberapa proyek listrik dengan tertunda menghambat penyerapan kabel produksi dalam negeri.

Kedudukan wabah yang belum usai ini bakal mempersulit bisnis kabel secara keseluruhan. “Tergantung berapa lama wabah corona ini berdampak. Bisa jadi (pertumbuhan bisnis kabel) turun sebab tahun lalu, kita lihat belakang saja progres situasinya. Mudah-mudahaan kamar Mei ini sudah selesai, jadi Juni bisa normal kembali, ” urai Noval.

Perkara cashflow juga menjadi problem yang merisak industri ini. Menurut Noval, saat ini proses pembayaran lantaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan proyek-proyek kelistrikan memang menjalani keterlambatan khususnya yang bernilai gembung, hal ini menyebabkan cashflow yang berat buat Industri.

Sebab karena itu pihaknya mengusulkan ada stimulus buat sektor industri ini. Pertama kata Noval soal Retribusi Penghasilan (PPH) diharapkan bisa ada pembebasan atau penundaan.

Baca Juga: Efek Kerja di Rumah Karena Pandemi Corona, LINK & Biznet Panen Pelanggan Baru

Kedua terkait Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada proyek BUMN, agar dapat dibayarkan tepat, tanpa harus ada Restitusi lagi.

Hal tersebut kata pendahuluan Noval akan sangat membantu Industri khususnya dalam hal cashflow . Ketiga terkait pajak ekspor agar dapat ditunda dan terakhir agar Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) bisa ditunda sampai satu Juni atau sebulan setelah era darurat corona ini berakhir.

Pemerintah minta masyarakat tidak menolak pemakaman jenazah pasien corona (Covid-19)

0

Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan virus corona (COVID-19) Achmad Yurianto meminta umum untuk tidak menolak jenazah pasien terkait COVID-19.

“Mereka adalah saudara-saudara kita. Mereka itu keluarga kita yang harus menjadi korban karena penyakit ini. Makin ada dari mereka yang gugur karena melaksanakan tugasnya. Marilah kita menghormati mereka, tidak ada dasar menolak atau takut, ” perkataan Yurianto dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Sabtu (11/4).

Baca Juga: WHO: Ada laporan beberapa pasien virus corona setelah pulih dinyatakan positif lagi

Yurianto menegaskan bahwa semua jenazah terpaut COVID-19 mendapatkan perlakuan sesuai jalan operasional standar internasional. Tubuh jenazah dibungkus dalam kantong plastik & dimasukkan dalam peti yang mati rapat. Peti ini juga sudah dibersihkan dengan disinfektan.

Pemulasaran jenazah pun dilakukan oleh petugas terlatih yang memang berwenang untuk melakukan itu. Sehingga tak ada kemungkinan virus corona, dengan tidak bertahan lama di luar tubuh manusia, untuk menyebar di daerah sekitar pemakaman.

“Selain itu, protokol penguburan jenazah sudah dibuat sesuai dengan protokol Kementerian Agama dan fatwa Mahkamah Ulama Indonesia Nomor 18 tarikh 2020, ” tutur Yurianto.

Pemerintah hingga saat tersebut tengah berupaya keras melindungi semua warga negara dari COVID-19. Negeri juga berterima kasih kepada semua pihak dan masyarakat yang telah memberikan bantuan untuk melawan COVID-19

Mengaji Juga: UPDATE Corona di Indonesia: Total 3. 842 kasus positif, 286 sembuh, 327 meninggal

“Kami berterima kasih kepada semua masyarakat negara Indonesia yang sudah patuh dan disiplin untuk bersama-sama mengarahkan penyakit ini dengan memutus pertalian penularannya. Mari terus mematuhi patokan yang sudah diberikan pemerintah, ” kata Yurianto.

Sebagai informasi, jumlah penderita COVID-19 di Indonesia terus bertambah. Gugus Suruhan Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat penanggung penyakit virus corona (COVID-19) meningkat 330 orang sampai Sabtu (11/4), yang membuat jumlah pasien meyakinkan terkini menjadi 3. 842 orang. Dari total tersebut, 286 anak obat dinyatakan sembuh dan 327 karakter meninggal dunia.

Awak Kampung Pemulung Pancoran terima sembako dari Kemensos

0

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Warga Kampung Pemulung RT 06 RW 02 Kelurahan Pancoran, Jakarta Selatan menerima bantuan bagian sembako dan makanan dari Departemen Sosial, Jumat (10/4).

Bantuan tersebut disalurkan oleh Departemen Sosial melalui Yayasan Seniman Jalanan Indonesia, dan diterima langsung sebab ketua RT Kampung Pemulung, Suparlan.

Suparlan menyampaikan mengecap terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Sosial yang telah menyerahkan bantuan kepada warganya.

Baca Juga: Penyaluran PKH ditambah, pagu anggaran jadi Rp 37, 4 triliun

“Saya, selaku ketua RT di sini, sangat berterima kasih kepada rekan-rekan di sini, terutama kepada Kementerian Sosial yang mana telah tampil, peduli, terhadap warga kami ini”, ujarnya dengan mata berbinar.

Ia menyampaikan bahwa nantinya bantuan ini akan diberikan kepada warga Kampung Pemulung yang memerlukan. Sedangkan mekanisme pendistribusiannya, ia mengiakan akan menyampaikannya secara langsung ke rumah-rumah warga.

“Kalau menurut saya pribadi, saya akan bagi langsung ke rumah supaya tidak ada kerumunan yang kita tidak inginkan. Jadi, ini benar untuk menghindari warga berkerumun”, jelasnya.

Adapun Saiful Anam, salah seorang warga penerima bantuan mengungkapkan ia dan warga Dukuh Pemulung lainnya tidak dapat hidup seperti biasa sejak merebaknya virus Corona.

Baca Juga: Kemenkeu siapkan bansos untuk keluarga miskin lewat Dana Daerah

“Dengan kondisi seperti ini, saya ngga bisa ngapa-ngapain beberapa hari itu. Memang usahanya sekarang stag di tempat, ngga bisa jalan, pabrik seluruh tutup”, akunya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dirinya tidak lagi mendapat pemasukan. ” Ngga ada pemasukan sama sekali, pengeluaran terus sih iya”, katanya dengan intonasi pasrah.

Itu manfaat berjemur di pagi hari untuk kesehatan

0

Sumber: Kompas. junto de | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN. CO. IDENTITY – Berjemur pada bawah sinar matahari pagi jujur untuk kesehatan karena tubuh menemukan asupan vitamin D.

Untuk mendapatkan Vitamin D, kindertagesstätte memerlukan paparan sinar ultraviolet M yang muncul antara Pukul 2009. 30 – 14. 30.

Baca Jua: Ini Jus buah segar yang bisa meningkatkan imun tubuh

“Jadi yang efektif jam 9-10 pagi atau 2-3 sore, ” kata Konsultan Alergi dan Imunologi Putra, Prof. DR. Dr. Budi Setiabudiawan, Sp. A(K), M. Kes yang IG Live bersama IDAI, Kamis (9/4/2020).

Namun, untuk beberapa waktu terakhir, setelah muncul pandemi Covid-19, jam terbaik berjemur matahari kembali menjadi perdebatan.

Apa sebetulnya yang menyajikan berjemur penting dilakukan di dalam pandemi? Budi menjelaskan, selain tuk mengoptimalkan pertumbuhan tulang, Vitamim M juga penting untuk meningkatkan struktur kekebalan tubuh seseorang.

Dengan adanya Vitamin D, sel-sel kekebalan tubuh akan lebih aktif dalam melawan benda asing dimana masuk ke tubuh, termasuk herpes virus corona.

“Ketika kuman atau virus masuk ke yang tubuh yang pertama melawan yaitu sel-sel sistem imun.

Dengan adanya Vitamin D, kegunaan sel imun akan meningkat, sehingga virus akan ditangkap dan dimatikan, ” ungkapnya.

Budi menambahkan, bagi orang yang tengah sehat, berjemur bisa menjadi salah satu cara mencegah penularan virus corona. Sementara bagi yang sudah terkena, konsumsi Vitamin D juga bisa membantu mempercepat pemulihan.

Hanya saja, jika berjemur tak memungkinkan bagi pasien corona, mereka bisa mengonsumsi Vitamin D melangkaui suplemen.

“Tapi semasa bisa dengan sinar matahari, bertambah bagus sinar matahari karena tidak bermodal, tidak usah bayar asal seperti kebutuhan. Dan (sinar matahari) bertahan lebih lama daripada suplemen, ” kata Budi.

Durasi berjemur disesuaikan kembali dengan beberapa faktor, salah satunya jenis kulit.

Bagi orang Dalam negeri, yang kebanyakan berkulit sawo hebat, dianjurkan berjemur selama 15-20 menit. “Kecuali yang kulitnya cokelat, dapat sampai sekitar 30 menit, inch tambah dia.

Baca Juga: Anda penderita influenza? Ini Empat cara mempercepat penyembuhan flu

Tekst ini telah tayang di Kompas. com dengan judul “Mengapa Berjemur Matahari Penting di Masa Pandemi Covid-19? “,
Penulis: Nabilla Tashandra
Editor: Wisnubrata

Makna batubara tertekan, begini strategi Indika Energy (INDY)

0

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Sesudah sempat merangkak naik dalam dua bulan terakhir, Harga Batubara Teladan (HBA) mulai merosot terimbas pandemi Corona. HBA April 2020 dipatok di angka US$ 65, 77 per ton atau turun US$ 1, 31 dibanding bulan sebelumnya.

Pandemi Corona menambah tekanan pada bisnis batubara yang telah mengalami tren pelemahan nilai sejak tahun lalu. Sejumlah emiten pun atur strategi untuk memitigasi dampak pandemi, tak terkecuali untuk PT Indika Energy Tbk (INDY).

Membaca Juga: Jurus Indika Energy (INDY) Menangkal Efek Virus Corona (Covid-19)

Head of Corporate Communication Leonardus Herwindo mengungkapkan, pandemi corona yang mendunia berimbas pada penerapan lockdownn di sejumlah negara tujuan ekspor utama batubara.

Selain itu, katanya, penurunan harga batubara juga diakibatkan oleh sentimen dari tekanan pada harga komoditas energi lainnya, khususnya nilai minyak dunia yang turun cukup tajam dalam dua bulan belakang.

“Kondisi pasar saat ini berbeda dengan triwulan tarikh 2019, dimana HBA rata-rata jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu, ” kata pendahuluan Leonardus kepada Kontan. co. id, Rabu (8/4).

Baca Juga: Melirik rencana bisnis Indika Energy (INDY) di tengah pandemi virus corona

Menurutnya, tekanan saat ini bisa siap akan bertahan seiring dengan penyaluran virus Corona yang masih menjalar di sejumlah negara.

“Hal ini bisa dikatakan perdana kondisi awal mengingat penyebaran virus corona di luar China baru meningkat di awal Maret, ” sambungnya.

Negeri berupaya tingkatkan level keberhasilan eksplorasi panas bumi

0

Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo.

KONTAN. CO. ID semrawut JAKARTA . Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupaya meningkatkan pemanfaatan energi panas bumi. Terlebih, datang tahun 2019 lalu, pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia baru mencapai 2, 1 gigawatt (GW) atau setara 8, 9% dibanding potensi yang ada sebesar 23, 9 GW.

Eksekutif Panas Bumi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari mengatakan, salah satu alasan penerimaan pemanfaatan panas bumi masih nista di Indonesia adalah masalah keekonomian proyek dan risiko eksplorasi dengan tergolong tinggi.

Baca Juga: Dorong pengembangan panas bumi, beleid pendukung ditargetkan rampung tahun ini

Risiko bagaikan ini sampai sekarang belum bisa dijembatani oleh kepastian harga elektrik panas bumi yang atraktif jadi bisa menarik para investor buat berinvestasi di bidang panas bumi.

Belum lagi, keterbatasan data survei geosains dan hasil eksplorasi panas bumi serta tingginya investasi di hulu pada kausa fase eksplorasi mesti ditanggung sebab Badan Usaha pelaksana eksplorasi. Itu juga membuat investasi di sektor panas bumi masih belum sejenis menarik. “Tingginya biaya eksplorasi berimbas kepada meningkatnya harga keekonomian rencana panas bumi, ” kata Ida, Selasa (7/4).

Ia melanjutkan, guna menurunkan risiko eksplorasi dan meningkatkan daya saing makna panas bumi, Menteri ESDM telah memberi arahan kepada Badan Geologi untuk meningkatkan kualitas data geosains.

Upaya ini dilakukan melalui akuisisi data dan pengeboran eksplorasi panas bumi yang mengungkung kegiatan survei geologi, survei geokimia, survei geofisika, survei landaian guru, sampai dengan pengeboran sumur pengkajian.

Membaca Juga: Proyek PLTP Blawan Ijen masuki fase tajak sumur eksplorasi

Pemerintah akan terbitkan obligasi untuk sangga UMKM di tengah pandemi corona

0

Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Yudho Winarto

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Negeri akan menerbitkan obligasi khusus yang tujuannya untuk memberi dukungan ke pelaku Usaha Mikro, Kecil, & Menengah (UMKM). Terutama di tengah pukulan pandemi virus corona (covid-19).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menilai, dukungan tersebut diberikan agar UMKM dapat mempunyai daya tahan. Ini karena, UMKM merupakan sektor yang memiliki sokongan sebesar 60, 3% dari buatan domestik bruto (PDB), dan menyerap tenaga kerja lebih dari 97% dari total lapangan kerja.

“Oleh karena itu UMKM juga akan menjadi perhatian ana. Pemerintah akan menerbitkan bond (obligasi) yang di-channel-kan bagi nasabah UMKM eksisting, ” ujar Sri Mulyani di dalam agenda rapat kegiatan virtual dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4).

Baca Juga: Pemerintah rencanakan penerbitan Pandemic Bond sebesar Rp 449, 9 triliun

Menurutnya, bantuan langsung bagi UMKM akan sangat penting dilakukan, agar daya bisa tetap berlanjut dan menyekat tingkat pengangguran yang tinggi.

Ia memaparkan, dukungan pemerintah kepada UMKM akan dilakukan melalaikan penempatan dana pemerintah di perbankan, sehingga perbankan dapat memiliki pas likuiditas untuk melakukan beberapa kebijaksanaan.

Adapun kebijakan pertama, dapat membantu nasabah UMKM eksisting, yang sedang melakukan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit motor, dengan menjalankan restrukturisasi, seperti dengan tertuang dalam POJK 11/2020.

Di mana, pelaku UMKM tersebut saat ini dinilai padahal mengalami kesulitan akibat dari wabah virus Corona.

“Selanjutnya, pemerintah dapat membantu kebutuhan likuiditas atau working capital pada nasabah yang mengalami kesulitan dalam membiayai kebutuhan rutinnya. Seperti membayar gaji personel, karena kami ingin agar penetapan hubungan kerja (PHK) bisa dicegah, ” kata Sri.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan, perlu ditetapkan beberapa persyaratan bagi nasabah UMKM yang akan dibantu. Seperti harus memiliki reputasi dengan baik, serta taat dalam menutup pajak.

Baca Juga: Sri Mulyani: Perbaikan ekonomi diperkirakan terakhir terjadi di kuartal IV-2020

Para pelaku jalan yang patuh dalam membayar pajak, dinilai lebih berhak dalam memperoleh stimulus ini. Terlebih, karena nama baik yang baik merupakan pertimbangan dengan penting dalam menentukan pemberian motivasi.

Selain itu, pemerintah juga akan memprioritaskan akan menyampaikan stimulus pada debitur yang berjalan di sektor yang terdampak Covid-19 atau pada wilayah yang terdampak.